Annyeong, chingu-deul!

Kali ini kita bahas primadona dari Pulau Jeju yuk. Namanya Hallabong.

Hallabong merupakan jeruk hibrida yang mulai dibudidayakan pada tahun 1910-an dan rasanya mirip dengan jeruk mandarin. Jeruk ini bisa digabungkan dengan banyak rasa lainnya, seperti matcha (teh hijau) dan cokelat.

Sejarah buah ini berawal saat Raja Munju dari Kerajaan Baekje ditawari jeruk mandarin dari Kerajaan Tamna (sekarang Pulau Jeju) di tahun kedua pemerintahannya pada 476 M. Buah ini digunakan untuk upacara penghormatan leluhur, pengobatan, dan untuk jamuan tamu kerajaan terhormat. Si jingga ini menjadi sangat populer hingga penguasa Goryeo mengelola kebun resmi di Jeju, dan budidayanya terus berlanjut.

Dilansir dari The Jeju Weekly, hallabong mengandung vitamin C yang sangat bagus untuk kulit, membantu menghilangkan kelelahan, dan meningkatkan penyerapan kalsium. Selain itu, ada juga kandungan yang membantu dalam pencegahan arteriosklerosis dan hipertensi dengan mengekang permeabilitas pembuluh kapiler.

Saat ini, 85 persen petani Jeju merupakan petani hallabong dan menghasilkan 8 persen dari total pendapatan Jeju.

Ada chingu yang sudah coba hallabong? Atau ada yang penasaran dan mau banget nyoba?

(RBW)