Untuk chingu-deul yang banyak bersinggungan dengan hal-hal beraroma Korea, pasti sudah tidak asing dengan hangeul kan?

Apalagi chingu yang rajin ikut sesinya #KoreanVocab di instagram story I-GEN @edutourkorea pastinya^^~

Kita bahas tentang hangul yuk. Bagaimana sih asal-usul aksara satu ini? Ada berapa jumlah huruf dalam penulisannya? Susahkah menulis hangeul? Hmm…

Alfabet Korea dikenal sebagai 한글 (Hangeul) di Korea Selatan dan 조선글 (Choseongeul) di Korea Utara. Secara logis dan ilmiah, sistem penulisan ini ditemukan oleh Raja Sejong Yang Agung (세종대왕; dibaca Sejong Dae Wang) yang merupakan seorang raja ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea.

Sistem penulisan ini sendiri menggantikan penggunaan penulisan Hanja yang merupakan aksara China Kuno. Saat itu, hanya kalangan bangsawan saja yang dapat mempelajari baca tulis, sehingga Raja Sejong menciptakan Hangeul agar masyarakat Joseon bisa mengenal baca tulis dengan aksara yang lebih mudah tanpa memandang statusnya.

Patung Raja

Patung Raja Sejong Yang Agung di Gwanghwamun Square dibangun untuk mengenang jasa beliau.

Hangeul terdiri dari 24 huruf dasar dengan 14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal. Awalnya terdiri dari 28 huruf dengan 17 huruf konsonan dan 11 huruf vokal, namun ada 4 huruf yang akhirnya tidak digunakan. Dalam praktiknya, ada 19 huruf kompleks dengan 5 konsonan tegang (ㄲ ㄸ ㅃ ㅉ ㅆ) dan 11 vokal kompleks (ㅢ ㅚ ㅐ ㅟ ㅔ ㅒ ㅖ ㅘ ㅝ ㅙ ㅞ).

Pada penulisannya huruf-huruf tersebut disusun dalam dua dimensi. Misalnya saat menulis lebah madu (kkulbeol), ditulis 꿀벌 bukan ㄲㅜㄹㅂㅓㄹ. Saat ini, Hangeul biasanya ditulis dari kiri ke kanan dengan spasi antar kata dan tanda baca yang sama dengan gaya barat, sehingga lebih mudah dipelajari.

Kerennya, semua huruf konsonan dan vokal pada Hangeul meniru bentuk artikulator dan fitur fonetik mereka saat mengucapkannya loh, chingu. Selain itu, Hangeul juga dinobatkan sebagai The Most Faithful Featural Writing System atau Sistem Penulisan Featural Yang Paling Setia.

(RBW)