Olla chinggu. Masih ingat dengan ulasan author sebelumnya tentang sejarah perkembangan hanbok dari masa ke masa ?

Kali ini author mau lanjutin bahasan soal hanbok nih, chinggu.

Layaknya pakaian tradisional lainnya, hanbok ini juga memiliki makna dari setiap elemennya bagi masyarakat Korea. Udah penasaran dong apa-apa saja makna yang terkandung didalamnya? Yuk, langsung aja kita lihat bersama ulasan di bawah ini.

Makna Hanbok Bagi Masyarakat Korea

Hanbok memiliki makna yang erat dengan budaya setempat dimana lengan hanbok yang ujungnya selalu terbuka lebar melambangkan kehangatan masyarakat Korea, sementara bagian rok wanita yang longgar dan panjang menjadi lambang kebebasan bangsa Korea.

Hanbok yang biasa dikenakan oleh masyarakat Korea pada umumnya memiliki motif warna yang cerah, tidak memiliki saku dengan garis-garis yang sederhana. Pada jaman dahulu warna-warna yang ditampilkan pada pakaian tradisional ini juga dipercaya memiliki arti tersendiri loh,chinggu. Berikut makna yang di percaya oleh masyarakat Korea terkait warna pada garis hanbok yang digunakan.

  1. Warna Putih

Yang pertama warna putih pada hanbok merupakan simbol kesucian dan kemurnian jiwa. Warna ini menjadi warna yang paling umum dan biasa digunakan oleh masyarakat luas tanpa memandang status atau kedudukan pemakainya.

  1. Warna Merah

Warna merah pada hanbok melambangkan nasib baik dan keberuntungan. Warna ini biasa digunakan oleh wanita yang akan melaksanakan pernikahan dengan harapan sang pengantin akan memperoleh nasib baik dan memperoleh kekayaan.

  1. Warna Nila

Warna nila pada hanbok merupakan simbol yang melambangkan ketetapan. Warna nila ini biasanya juga digunakan untuk rok wanita di pengadilan dan jubah resmi pegawai pengadilan.

  1. Warna Hitam

Warna hitam pada hanbok merupakan simbol ketidakterbatasan dan sumber dari penciptaan. Warna ini umumnya banyak digunakan sebagai warna topi laki-laki ataupun warna dasar hanbok wanita pada saat upacara kematian.

  1. Warna Kuning

Terakhir warna kuning menjadi lambang pusat alam semesta. Warna ini konon hanya boleh digunakan untuk pakaian kebesaran keluarga kerajaan sementara kalangan rakyat biasa dilarang mengggunakan hanbok dengan warna kuning.

hanbok 1

Kelima warna pada hanbok tersebut bisa juga dimaknai sebagai warna empat arah dan pusat alam semesta, karena itulah pemilihan warna antara baju dan rok serta celana untuk hanbok pria harus didasarkan pada warna yin dan yang. Yin untuk chima (rok wanita) dan yang untuk jeogori (bagian atas baju untuk wanita dan pria).

Sebagai simbol kedudukan mereka dalam masyarakat, wanita Korea juga sering memakai hanbok dengan warna yang spesifik. Warna-warna alami dan tidak terlalu mencolok biasanya lebih banyak dipilih saat musim panas, sedangkan warna mencolok digunakan saat musim dingin.

hanbok 2

Hanbok Modern

Setelah melewati proses yang cukup panjang tata cara penggunaan hanbok yang semula diatur berdasarkan status sosial lambat laun mulai mengalami perubahan sesuai trend fashion zaman sekarang. Beberapa desainer hanbok modern juga telah memperbarui baju tradisional ini agar sesuai dengan standar mode saat ini.

hanbok 3

Sumber : https://www.instagram.com/leesle/

Pada beberapa hanbok modern, model jeogori kebanyakan dibuat menyerupai jaket gaya barat dan bentuk chima atau roknya dipangkas menjadi pendek atau tetap panjang namun di hias dengan banyak payet. Satu-satunya kemiripan baju hanbok modern dengan yang tradisional yang mengadaptasi gaya ini yaitu penggunaan sutra yang dicetak dengan pola tradisional.

Jadi, tertarik untuk menjadikan hanbok menjadi inspirasi berbusana chinggu sekalian ? Simpan aja dulu artikel ini, mana tahu nanti bermanfaat sebagai referensi fashion Lebaran 😍

Mengutip dari https://fitinline.com/article/read/ dengan beberapa saduran