Olla chinggu. Masih semangatkan untuk menjalani segala aktivitas hariannya. Author kali ini kembali dengan bahasan menarik soal kilas balik pakaian tradisional populer Korea Selatan. Chinggu pasti langsung tahu kan tema ulasan author kali ini. Yap, tema kali ini yang author bawa adalah tentang sejarah perkembangan hanbok(pakaian tradisional Korea). Jadi biar gak lama-lama pembukaannya, lebih baik langsung kita simak aja ya ulasannya dibawah ini.
Chinggu yang pernah nonton Drakor (drama Korea) tema kerajaan, pasti pernah melihat pakaian yang para aktor gunakan tentunya. Itulah 한복 Hanbok (Korea Selatan) atau 조선옷 chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea.
Secara harfiah hanbok dapat diartikan sebagai pakaian orang Korea Selatan. Kata “han” berarti sebutan bagi warga Korea dan “bok” berarti pakaian. Meski awalnya lebih sering dipakai hanya untuk acara khusus, namun kini hanbok juga sudah berkembang menjadi pakaian yang lebih modern.
Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.
Oiya untuk chinggu yang pernah nonton drama Korea Empress Ki yang pemerannya Oppa Ji Chang Wook dan mbak Ha Ji Won, pasti ngerasa kok kayanya pakaian yang digunakan aktor sedikit berbeda yah dari penampakan hanbok saat ini. Yap, bener banget chinggu. Dalam sejarahnya, hanbok atau pakaian tradisional Korea ini mengalami perkembangan sesuai pada periodenya.

1. Pakaian Korea pada masa Tiga Kerajaan (57-668 SM)

Pada masa ini, Korea masih mengacu pada tiga kerajaan yaitu Baekje (백제, 百濟), Silla (신라, 新羅) dan Goguryeo (고구려, 高句麗). Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori (atasan/baju), baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang.
Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang pas dan baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak berubah sampai saat ini.
Pakaian raja dan ratu - hanbok
Pakaian Raja dan Ratu Kerajaan Silla (source: Wikipedia)
Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.
Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.

2. Periode Georyo
Ketika Dinasti Goryeo (918–1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan lalu mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogori (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesain agak ramping.
goryeo
Source: http//sonetown.com/

3. Periode Joseon
Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.
joseon
Source: http//sonetown.com/
Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.
Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Namun, untuk rakyat biasa, mereka tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus dan warnanya juga tidak terlalu cerah karena tidak sanggup untuk membelinya.
Wah itu dia sedikit cuplikan dari sejarah perkembangan pakaian tradisional populer Korea. Selain terkesan unik lantaran desain dan warna-warna yang ditampilkan sangat beragam, ternyata sejarah perkembangan hanbok ini juga menarik untuk dipelajari ya, chinggu. Oiya ulasan ini belum selesai loh, dan akan berlanjut di perjumpaan lainnya. Jadi, tetap nantikan ulasan artikel menarik bersama author yah. Makin banyak tahu, makin banyak ilmu. Annyeong 👋

Author : DK
I-gen.co.id