Kalau chinggu suka nonton drama Korea sejarah, pasti gak asing dengan tampilan rumah tradisional Korea dong yah. Hanok adalah rumah tradisional masyarakat Korea. Bangunannya khas dengan atap yang melengkung keluar dan pagar kayu menyerupai pintu gerbang kecil. Desain rumah Korea (Hanok) mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dengan alam. Struktur bangunannya membawa kita kembali pada kehidupan yang lebih sederhana dan tenang. Ini berbeda dengan arsitektur barat dan modern yang biasanya di desain untuk nampak mencolok dari sekelilingnya.Karena itu desain arsitektur Hanok digadang sebagai cikal bakal dari arsitektur ramah lingkungan. Yang bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia yang semakin sadar lingkungan.

Seperti rumah tradisional pada umumnya, Hanok dibangun dengan bahan yang mudah ditemukan di alam. Seperti kayu, tanah, batu, bahkan rumput. Struktur rangka rumah dan maru terbuat dari kayu. Batu digunakan untuk membuat alat pemanas ondol. Atap dibangun dari genteng (giwajib) atau jerami (chogajip), Sedangkan lantai dan dinding dibangung menggunakan tanah liat.

Arsitektur rumah Hanok biasanya dibangun menghadap ketimur ataupun keselatan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pencahayaan matahari yang cukup. Selain itu, desainnya juga mempertimbangkan perubahan musim di Korea.

Berat atap tidak bersandar pada dinding rumah, melainkan pada struktur kayu bangunan, agar dinding rumah dapat dinaikkan.Sehingga di bulan-bulan musim panas yang menyengat, dinding rumah bisa diangkat untuk menurunkan suhu ruangan.Lalu atap dibuat menggantung untuk mencegah sinar matahari masuk seluruhnya di musim panas.

Sementara di musim dingin, ketika posisi matahari cenderung rendah, atap gantung membantu memantulkan sinar. Membantu menghangatkan ruangan, yang pada akhirnya akan mengurangi penggunaan bahan bakar di sistem pemanas.

Hanok juga menggunakan material tanah liat dalam jumlah besar. Yang diaplikasikan bukan hanya pada dinding, tapi juga atap. Tanah liat ini membuat hanok dingin di musim panas dan hangat di musim dingin.

Bukan hanya perkara arah rumah dilihat dari mata angin, tapi juga posisi gunung dan sungai didaerah pembangunan.Membangun Hanok yang ideal harus dibangun dengan membelakangi gunung dan berhadapan dengan sungai. Hal ini dilakukan agar Hanok dilalui oleh udara yang segar.

Bentuk Hanok juga berbeda-beda tergantung daerahnya. Di Korea bagian utara yang musim dinginnya lebih lama, bangunan hanok disusun menyerupai persegi tertutup (atau aksara hangul: ㅁ). Ini dilakukan untuk menahan angin dan menjaga rumah tetap hangat.

Di Korea bagian tengah, ruangan-ruangan disusun membentuk huruf L (atau aksara hangul: ㄱ). Di Korea bagian selatan, yang musim panasnya lebih lama, Hanok dibangun memanjang menyerupai huruf I agar angin mudah keluar masuk.

Credits: https://www.99.co/blog/indonesia/rumah-korea-hanok/