Selain sebagai sarana hiburan, dongeng bertujuan untuk memberikan pengajaran menarik kepada anak-anak dengan mudah tanpa harus menggurui. Chinggu ada yang suka baca dongeng atau bahkan ada yang suka mendongeng kah seperti author ? nah, kali ini author mau mengulas tentang salah satu dongeng anak yang terkenal di Korea, loh chinggu. Dongeng katak hijau ini merupakan senjata dari para Orangtua di Korea untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya etika pada orangtua, terutama dalam mematuhi perkataan orangtua yang bertujuan untuk kebaikan anak itu sendiri. Mau tau kan kisahnya bagaimana, yuk langsung saja kita simak bersama yah.
Pada jaman dahulu, diceritakan di sebuah kolam yang lumayan luas tingal seekor anak katak hijau bersama ibunya. Si anak katak itu sangat nakal dan Ia adalah anak yang jahil yang tidak menuruti kata kata dari ibunya dengan benar. Jika Ibunya menyuruh ia untuk ke gunung, Ia malah pergi ke laut. Jika ibunya menyuruh pergi ke arah timur, ia malah pergi ke arah barat. Pokok nya apa pun yang di perintahkan ibunya, ia malah melakukannya dengan sebalikanya.
ibu katak berfikir, “Apa yang harus aku perbuat kepada anak ini. Mengapa dia tidak seperti anak anak yang lainnya, Ibu katak ingin anaknya dapat menjadi anak baik yang selalu menuruti apa kata orang tua mereka.”
Pada suatu hari si ibu katak hijau itu berkata, “Anakku, jangan kau pergi keluar rumah, sebab di luar sedang turun hujan sangat deras. Kau bisa hanyut terbawa arus.”
Belum juga selesai ibunya berbicara, si anak katak itu sudah melompat keluar rumah dan sambil tertawa riang. “Horeee… Banjir… aku bisa bermain dengan sepuasnya…!” Kemudian Ibunya pun sedih.
Tak henti henti nya si ibu menasehati bahkan, setiap hari si ibu menasehatinya agar menjadi anak yang baik. Akan tetapi kelakuan anaknya malah semakin parah saja kenakalannya. Melihat kelakuan anaknya yang semakin nakal, membuat keseharian si ibu menjadi murung dan sedih dan akhirnya ibu katak pun jatuh sakit. Semakin hari sakitnya kian parah saja.
Hinga suatu hari saat si ibu merasa tubuhnya semakin melemah, si ibu pun memanggil anaknya. “Anak ku, aku rasa hidup ibumu ini tidak akan lama lagi. Tolong dengar anak ku, jika ibu mu ini mati, jangan kau kuburkan aku diatas gunung, kubur kan lah aku di pingir sungai.”
Sebenarnya maksud si ibu ingin dikuburkan di atas gunung, akan tetapi karena anak nya selalu melakukan sebaliknya, Si ibu pun akhirnya berpesan kepada anak nya dengan sebaliknya pula.
Lalu hari menyedihkan itu tiba, Ibu katak pun meninggal, anak katak menangis dan terus menangis dan menyesali semua kelakuan nya.
“Oh ibu ku yang malang , mengapa aku tidak pernah mau mendengarkan kata kata mu. Sekarang engkau telah tiada, aku sudah menyusahkan selama hidupnya.”
Si anak katak itu pun teringat pesan terakhir dari Ibunya. “Aku selalu saja melakukan apa pun yang dilarang oleh ibu ku. Dan sekarang untuk menebus semua kesalahan ku, aku akan melakukan pesan ibu yang terakhir itu dengan sebaik baiknya.” Kemudian, si anak katak pun kemudian menguburkan ibunya di tepi Sungai, seperti amanah Ibunya.
Beberapa minggu kemudian hujan turun dengan sangat lebatnya, membuat air sungai di mana anak katak itu menguburkan ibunya meluap. Si anak katak begitu khawatir dengan keadaan kuburan ibunya akan tersapu oleh air sungai yang meluap. Dan akhir nya ia pun memutuskan untuk pergi ke tempat ibunya di kubur dan mengawasi nya.
Sambil mengawasi kuburan ibunya ia selalu memohon dan menangis di tengah tengah hujan yang lebat itu. “Kwooong… kwooong… kwonggg, Wahai sungai jangan bawa ibu ku pergi…. Anak katak tidak ingin kehilangan ibunya lagi, namun Ia tidak ingin melawan amanah terakhir dari sang Ibu lagi, Ia sangat menyesal dan merasa sangat sedih ketika hujan tiba.”
Hingga saat ini katak hijau akan selalu pergi kesungai dan menangis setiap hujan lebat datang. Sejak itu lah kita selalu mendengar katak akan mengeluarkan suara nyaring seperti tangisan setiap kali turun hujan lebat.
Kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari dongeng katak hijau di atas, chinggu ? Menurut author kisah ini sangat menarik dan memuat banyak nilai di dalamnya. Dengan menceritakan kisah ini, para orang tua Korea biasanya berharap dapat mengajarkan anak mereka etika dalam menghormati orangtua dengan cara yang hangat dan menarik tentunya. Wah, hebat yah para orangtua kita. Dari cerita katak hijau yang mengeluarkan suara seperti tangisan ketika hujan tiba, anak-anak bisa mendapatkan edukasi sesuai usia dan melatih kreatifitas serta imajinasinya.
Source: dikutip dari dongeng anak Korea (Dongeng Katak Hijau)