Olla chinggu. Kali ini author mau berbagi ulasan tentang makanan sehat Korea yang ikonik banget. Ketika dengar sidedish Korea, pasti langsung tahu deh namanya. Chinggu udah kebayang belum tentang makanan ini? Yap, author kali ini akan mengulas Kimchi 😁 ikonik Korea banget kan yah. Kimchi adalah makanan tradisional Korea, yang berasal dari tiongkok merupakan salah satu jenis asinan sayur yang umumnya di fermentasi dengan bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah. Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Di zaman dulu, kimchi diucapkan sebagai chim-chae (Hangul: 침채; Hanja: 沈菜) yang berarti “sayuran yang direndam.”

Menurut sejarahnya, Asinan berwarna hijau merupakan bentuk awal kimchi sewaktu cabai belum dikenal di Korea. Setelah dicampur dengan garam, sayuran seperti kubis dimasukkan ke dalam guci tanah liat setelah diberi garam, dan dipendam di dalam tanah sebagai persediaan makanan sewaktu sayuran segar tidak tersedia di musim dingin. Orang Korea baru mengenal cabai berkat jasa pedagang Portugis dari Jepang yang datang ke Korea pada abad ke-16.

Di Korea, kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchan yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.

Kimchi dibuat dari berbagai jenis sayuran sehingga mengandung kadar serat makanan yang tinggi, namun rendah kalori. Sebagian besar kimchi dibuat dari sayuran seperti bawang bombay, bawang putih, dan cabai yang baik untuk kesehatan. Kimchi kaya dengan vitamin A, thiamine (B1), riboflavin (B2), kalsium, zat besi dan bakteri asam laktat yang baik untuk pencernaan. Pada tahun 2000, strain bakteri asam laktat (strain MT-1077T) penghasil bakteriosin yang diisolasi dari kimchi diberi nama Lactobacillus kimchi.

Kimchi disebut sebagai salah satu dari lima “makanan tersehat di dunia” menurut majalah Health Magazine. Kimchi kaya dengan vitamin, membantu pencernaan, dan kemungkinan dapat mencegah kanker.Sayuran yang sudah lama diketahui baik untuk kesehatan, apalagi ditambah kultur bakteri hidup pada kimchi yang lebih banyak dari yogurt. Pemakaian cabai merah dalam jumlah banyak pada kimchi juga sering disebut-sebut baik untuk kesehatan. Karena informasi manfaat ini, banyak sekali turis dan pendatang asing yang sengaja untuk pergi ke Korea Selatan karena ingin mempelajari kimchi secara langsung, sehingga di Korea Selatan memiliki museum khusus kimchi untuk memuaskan keingintahuan pendatang.

Museum ini khusus dibangun sebagai pusat pengetahuan mengenai kimchi loh chinggu. Karena kepopuleran kimchi sebagai makanan yang sehat, museum ini dapat menarik sebanyak 100.000 pengunjung per tahunnya, waw keren banget. Para pengunjung yang datang ke Museum ini biasanya selain berwisata, mereka ingin melihat langsung dan mengetahui koleksi dan sejarah serta variasi-variasi kimchi dan nilai gizi yang dikandungnya. Selain itu, pihak museum juga mengumpulkan berbagai data dan statistik dengan mengadakan penelitian mengenai kimchi.

Kimchi selain merupakan makanan tradisional masyarakat Korea, dia juga merupakan aset budaya negara tersebut. Masyarakat umumnya akan menentukan waktu dalam pembuatan kimchi setelah masa panen sayuran yang lebih dikenal dengan sebutan Kimjang.

Kimjang (hangul: κΉ€μž₯) adalah tradisi orang Korea membuat kimchi, ggakdugi, dan dongchimi dalam jumlah besar di hari-hari musim dingin. Tradisi ini dilakukan pada hari cerah ketika angin dingin bertiup (awal November hingga pertengahan Desember).

Setelah hari kimjang ditentukan oleh anggota keluarga, kerabat, dan tetangga, mereka berkumpul di satu tempat untuk beramai-ramai membuat kimchi. Satu keluarga yang terdiri dari empat orang biasanya memerlukan sawi berukuran besar antara 40-50 buah.[11] Setelah dicuci, ditaburi garam, dan direndam di dalam air pada hari sebelumnya, lembar demi lembar daun sawi diolesi dengan bumbu kimchi hingga merata oleh para wanita dalam keluarga. Kimjang juga merupakan kesempatan untuk meneruskan resep keluarga, dari nenek ke ibu, dari ibu ke anak perempuan, dan dari mertua ke menantu.

Kimchi yang dibuat diperkirakan cukup untuk dimakan hingga musim semi tahun berikutnya (sekitar Mei-April). Tradisi ini tidak hanya berarti menyiapkan makanan untuk musim dingin, melainkan juga ucapan bersyukur orang Korea telah melewatkan satu tahun dengan selamat, dan awal memulai kehidupan pada tahun yang baru.

Chinggu sudah ada yang pernah nyobain makanan ini belum ? Kalau belum, gak ada salahnya masukin di “list to do eat”nya yah. Sampai jumpa di ulasan berikutnya. Annyeong,chinggu πŸ€—

Sourch: Wikipedia

Author: DK

I-gen.co.id