Semua chingu pasti udah pada tau kalau sekarang teknologi digital terus berkembang pesat, apalagi memasuki revolusi industri 4.0 atau era global. Fenomena ini yang melahirkan kemunculan generasi milenial yang tumbuh dan berkembang bersama teknologi yang memungkinkan banyaknya akses dan kemudahan dalam menerima dan memproses setiap informasi yang dibutuhkan.
Nah, buat para orang tua dan tenaga pendidik, terkadang hal ini ternyata cukup membuat ngeri. Pasalnya teknologi digital bukan hanya membawa dampak yang memudahkan namun dapat pula menjadi bumerang yang bisa saja melukai penggunanya dan orang lain di sekitarnya.
Karena itu, pemanfaatan fasilitas yang ada harus dilakukan secara positif yaitu penggunaan yang disertai dengan tanggung jawab, seperti penggunaan untuk menunjang pembelajaran di sekolah, memperkaya pengetahuan umum dan keagamaan, memahami berbagai aspek sosial dan ekonomi, serta keragaman budaya yang selalu menjadi warisan dunia.
Selain berselancar di dunia maya, bertukar budaya juga bisa dilakukan secara langsung. Dengan belajar kelompok bersama di sekolah, chingu sudah menerapkan salah satu cara memahami budaya dari kebiasaan satu sama lain melalui interaksi looh.
Ternyata tidak hanya di sekolah, chingu juga bisa belajar budaya langsung di luar sekolah. Nah, belajar budaya di luar sekolah sebaiknya tidak hanya mengedepankan jalan-jalannya saja ya, tapi harus tetap bernilai edukasi dan bisa jadi salah satu sistem pendidikan. Dengan belajar secara langsung, kita dapat belajar hal-hal yang tidak pernah didapatkan secara teoritis.
Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar budaya di negeri asing, maka sama artinya orang tua dan sekolah memberi kepercayaan kepada anak untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya sendiri.
Negara tujuan yang memiliki perbedaan dengan negara asal juga membuat anak dapat belajar bersosialisasi dengan lingkungan baru yang akan mengasah kemampuan interpersonalnya.
Adanya forum diskusi dengan siswa asing juga akan meningkatkan kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan masing-masing anak pastinya.
Kalau sudah banyak belajar gini, chingu juga bisa lebih nyaman untuk menghadapi masa yang akan datang dong. Apalagi buat chingu yang pengen banget lanjut studi atau berkarir di luar negeri.
Jadi, kapan nih mau Overseas EduTour?
(RBW)
Kegiatan FGD saat sit in di kelas Korean School, Seoul (Dokumentasi I-GEN).
